Pengalaman Kerja Jadi Prioritas, Inilah Cara Gen Z Menentukan Pekerjaan Pertama

Bagi banyak anak muda, terutama generasi Z, pekerjaan pertama sering kali menjadi momen krusial untuk memasuki dunia profesional. Di sini, mereka mulai memahami pentingnya disiplin waktu, berkomunikasi dengan rekan kerja, dan bekerja dalam tim. Pengalaman ini sering kali menjadi fondasi yang kuat sebelum mereka melangkah ke tahap karier yang lebih lanjut.
Sektor restoran cepat saji menjadi salah satu pilihan populer bagi banyak generasi muda yang ingin memulai karir. Sebuah studi independen oleh Oxford Economics menunjukkan bahwa mayoritas tenaga kerja di jaringan restoran besar seperti McDonald’s Indonesia terdiri dari individu yang berada di awal karier mereka. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai fenomena ini.
Analisis yang dilakukan oleh Oxford Economics terhadap operasi McDonald’s Indonesia mengungkapkan bahwa 43 persen dari total karyawan berusia antara 18 hingga 24 tahun. Fakta ini menegaskan bahwa banyak anak muda melihat pekerjaan di sektor jasa sebagai langkah awal untuk membangun pengalaman kerja yang bermanfaat.
Stephen Foreman, Associate Director Oxford Economics, menegaskan bahwa kontribusi perusahaan ini tidak hanya terlihat dari sisi bisnis, tetapi juga pada dampaknya terhadap peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Hasil riset kami menunjukkan besarnya peranan McDonald’s dalam dunia usaha serta komunitas lokal di seluruh Indonesia. Mereka berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” ungkap Stephen dalam pernyataannya, yang dirilis pada 10 Maret 2026.
Pengalaman kerja pertama sering kali menjadi ajang belajar yang sangat berharga bagi generasi Z. Selain mendapatkan penghasilan, mereka juga memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan dasar seperti komunikasi, manajemen waktu, dan tanggung jawab profesional.
Selain memberikan peluang kepada pekerja muda, studi tersebut juga mencatat adanya representasi perempuan yang signifikan dalam struktur tenaga kerja. Sekitar 40 persen dari total karyawan adalah perempuan, dan 44 persen posisi kepemimpinan diisi oleh wanita.
Di luar aspek ketenagakerjaan, laporan tersebut juga menyoroti keterlibatan rantai pasokan domestik. Sekitar 76 persen bahan baku yang digunakan dalam restoran berasal dari produk lokal, termasuk ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang dihasilkan oleh pelaku usaha dari dalam negeri.
➡️ Baca Juga: Cedera, Ester Memutuskan Mundur dari Turnamen Indonesia Open
➡️ Baca Juga: Kirana Larasati Raih Rekor MURI dengan Menyelam Sedalam 127 Meter secara Gemilang




