Bebaz Labz: Pemimpin Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ambisi PhotoBebaz

Jakarta – Startup teknologi kreatif yang mengkhususkan diri dalam photoboks interaktif, PhotoBebaz, kini menghadirkan inovasi terbaru melalui Bebaz Labz. Unit internal ini berfokus pada pengembangan dan riset perangkat lunak untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan bantuan Bebaz Labz, sistem perangkat lunak yang disesuaikan dirancang untuk mendukung operasional photobox, integrasi media digital out-of-home (DOOH), manajemen konten iklan di booth, serta pengembangan aplikasi yang mengedepankan loyalitas dan elemen gamifikasi.
Pendiri PhotoBebaz, Reyno Anggoro, menyatakan bahwa seluruh sistem ini dirancang secara mandiri untuk memastikan produk yang fleksibel, dapat diperluas, dan memiliki keunggulan di pasar. Ia menekankan bahwa visi PhotoBebaz jauh lebih luas daripada sekadar meningkatkan jumlah titik booth yang ada.
“Kami berharap dapat berkontribusi dalam perkembangan industri kreatif di Indonesia. Kreativitas harus berjalan seiring dengan teknologi dan model bisnis yang berkelanjutan. Di sinilah kami melihat masa depan yang cerah untuk PhotoBebaz,” ungkapnya.
Pendekatan berbasis teknologi ini memberi kesempatan bagi pemilik merek untuk menyajikan pengalaman yang lebih menarik bagi pengguna, bukan hanya sebagai iklan yang bersifat pasif, tetapi sebagai bagian dari interaksi yang terjadi di dalam booth.
Reyno menambahkan bahwa kekuatan utama PhotoBebaz terletak pada pendekatan ekosistem berbasis lokasi. Kehadiran booth di ruang publik yang strategis menciptakan interaksi yang tidak hanya berlangsung secara offline, tetapi juga berlanjut secara digital melalui aplikasi yang sedang dikembangkan.
“Kami juga sedang membangun ekosistem yang menguntungkan bagi pengguna, seperti penghargaan loyalitas, gamifikasi, dan komunitas dalam aplikasi. Semua ini bertujuan untuk menciptakan hubungan jangka panjang dan meningkatkan retensi pengguna,” jelas Reyno.
Sepanjang tahun 2025, PhotoBebaz berencana menempatkan sejumlah booth di lokasi-lokasi dengan mobilitas tinggi, seperti ruang publik di Taman Ismail Marzuki (TIM), Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), dan Jakarta International Velodrome (JIV), serta di transportasi publik seperti stasiun MRT, LRT Jakarta, dan Whoosh Halim, dan juga di coffee shop.
Dengan tarif layanan yang berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per sesi, perusahaan ini menargetkan segmen pasar yang aktif secara digital dan cenderung membagikan pengalaman mereka di media sosial, terutama generasi Z hingga generasi Alpha.
Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri photobooth, PhotoBebaz berupaya untuk tidak hanya dikenal sebagai penyedia layanan foto, tetapi juga sebagai platform teknologi kreatif yang mengintegrasikan pengalaman hiburan, iklan digital, dan ekosistem berbasis aplikasi dalam satu sistem yang terintegrasi.
➡️ Baca Juga: Unit 42: Waspadai Peningkatan Serangan Siber yang Semakin Mengkhawatirkan
➡️ Baca Juga: Tradisi Lokal Ini Kembali Populer di Kalangan Anak Muda




