Kronologi Lengkap Bayi Hampir Hilang di RSHS Bandung yang Menghebohkan Publik

Kejadian yang menghebohkan terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menimbulkan banyak pertanyaan mengenai keamanan pasien, terutama bayi. Insiden ini menggugah perhatian publik dan memicu diskusi tentang protokol keamanan di fasilitas kesehatan.
Nina Saleha, seorang ibu berusia 37 tahun asal Cimahi, melaporkan bahwa bayinya hampir dibawa pergi oleh orang asing saat mereka bersiap untuk pulang dari ruang perawatan intensif neonatal (NICU) pada Rabu, 9 April 2026. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai kronologi kejadian yang mengkhawatirkan ini.
Peristiwa tersebut terjadi setelah bayi Nina, yang baru berusia sekitar satu minggu, selesai menjalani perawatan selama lima hari akibat penyakit kuning. Setelah dinyatakan pulih, rumah sakit mulai memproses administrasi untuk kepulangan bayi tersebut. Dalam proses ini, Nina dan suaminya sejenak meninggalkan ruangan untuk mencari waktu istirahat dan makan.
Namun, keadaan berubah drastis ketika mereka kembali. Nina sangat terkejut saat mendapati bayinya tidak berada di tempat yang sama, melainkan berada dalam gendongan seorang wanita yang tidak dikenalnya. Insting keibuannya langsung merasakan ada kejanggalan dan ia berusaha mengecek identitas bayi tersebut.
“Saat saya kembali, saya lihat bayi saya sudah dibawa oleh orang lain. Padahal saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” ungkapnya dalam sebuah unggahan di akun TikTok pribadinya, @nindy5760, pada Jumat 10 April 2026.
Nina merasa yakin mengenali bayinya berdasarkan pakaian dan selimut yang digunakan. Kecurigaannya semakin kuat ketika ia tidak menemukan gelang identitas yang seharusnya terpasang pada pergelangan tangan sang bayi. Dalam keadaan panik, ia mendekati wanita tersebut dan segera memanggil perawat untuk meminta penjelasan.
Keadaan menjadi tegang ketika Nina mulai berteriak, takut bayinya akan benar-benar diambil oleh orang yang tidak dikenal. Ia mempertanyakan prosedur keamanan rumah sakit yang dinilai terlalu longgar dalam penyerahan bayi kepada keluarga pasien.
Menurut keterangan yang ia terima, perawat yang bertugas menyatakan bahwa nama Nina sempat dipanggil, namun tidak ada respon dari pihaknya. Akibatnya, bayi tersebut diserahkan kepada orang lain yang diduga mengaku sebagai anggota keluarga.
“Kenapa anak saya bisa diberikan kepada orang lain? Dia bilang, ‘Ibu Nina Saleha tadi saya panggil-panggil, kenapa tidak ada?’” kata Nina, mengungkapkan kebingungannya.
Melalui unggahannya, Nina juga menandai Dedi Mulyadi untuk menunjukkan perhatian terhadap sistem pelayanan dan keamanan di rumah sakit tersebut. Banyak warganet pun mendesak agar pihak terkait melakukan investigasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.
➡️ Baca Juga: Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM Merak, Chairul Huda Sebut Tidak Logis
➡️ Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Harian Agar Tubuh Tetap Aktif Meski Terbatas Aktivitas




