Purbaya Tegaskan RI Mandiri Tanpa Bantuan Ekonomi Berkat Bantalan Fiskal Rp 420 Triliun

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Indonesia memiliki bantalan fiskal yang cukup kuat, dengan total mencapai Rp 420 triliun.
Dalam pernyataannya, Purbaya menekankan bahwa Indonesia tidak memerlukan dukungan keuangan dari luar negeri. Hal ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva.
“Indonesia tidak memerlukan (bantuan), karena anggaran kita dalam kondisi baik dan kami memiliki bantalan yang cukup besar, yaitu Rp 420 triliun,” ungkap Purbaya, yang dikutip pada 16 April 2026.
Sebelumnya, IMF telah memberikan perhatian pada ketidakpastian global yang diperkirakan akan terus berlanjut dalam waktu dekat. Hal ini dipicu oleh ketegangan geopolitik serta fluktuasi harga energi di pasar dunia.
Namun, IMF sendiri mengakui bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk mengurangi ketidakpastian global tersebut. Mereka hanya menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan dukungan dana jika ada negara yang membutuhkan bantuan di masa-masa sulit seperti sekarang ini.
Purbaya menambahkan bahwa IMF sebenarnya mengapresiasi kemampuan Indonesia dalam bertahan menghadapi berbagai tekanan di tengah ketidakpastian global saat ini. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah telah merespons dengan mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir 2025, yang hasilnya mulai terlihat pada perekonomian saat ini.
Menurut Purbaya, perubahan strategi tersebut telah meningkatkan kemampuan Indonesia dalam merespons tekanan, termasuk saat harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam.
“Kristalina Georgieva tampak senang dengan perkembangan ini,” ujarnya.
Meskipun IMF tidak memiliki kebijakan khusus untuk mengurangi tekanan global, Purbaya menyatakan bahwa lembaga tersebut akan mengumumkan negara-negara yang mampu mempertahankan kinerja ekonomi mereka dengan baik.
Diketahui bahwa selain bertemu dengan IMF, Purbaya juga melakukan pertemuan strategis dengan para petinggi Bank Dunia, serta perwakilan dari lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings. Menurutnya, berbagai lembaga global tersebut memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Bank Dunia juga menunjukkan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, dan pembiayaan untuk proyek-proyek strategis di negara berkembang.
➡️ Baca Juga: Eks Menhub Budi Karya Sampaikan Kesaksian dalam Sidang Kasus DJKA Medan, Simak Pengakuannya
➡️ Baca Juga: Konsistensi Latihan Harian Lebih Utama untuk Pemula daripada Intensitas Tinggi Sementara




