IHSG Menguat Signifikan, Reformasi Pasar Modal Diterima Positif oleh Investor

Jakarta – Penguatan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan investor terhadap langkah-langkah reformasi pasar modal yang tengah dilaksanakan di Indonesia. Di tengah ketidakpastian yang melanda pasar global, tren ini mencerminkan respons positif dari pasar terhadap berbagai kebijakan yang diimplementasikan oleh otoritas terkait.
Menurut data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, pada Selasa (14/4), IHSG mengalami lonjakan sebesar 1,91% hingga mencapai level 7.642 pada sesi perdagangan pagi. Dengan demikian, penguatan IHSG terus berlanjut, memberikan sinyal optimisme bagi para pelaku pasar.
Senior Market Chartist Nafan Aji Gusta menegaskan bahwa reaksi positif yang ditunjukkan oleh pasar tidak terlepas dari konsistensi dalam pelaksanaan reformasi yang dilakukan oleh regulator. Ia menggarisbawahi keputusan FTSE Russell yang memilih untuk tetap mengklasifikasikan Indonesia sebagai secondary emerging market, yang menjadi cerminan kepercayaan internasional terhadap pasar modal Indonesia.
“Keputusan FTSE Russell yang mempertahankan Indonesia dalam kategori secondary emerging market menunjukkan bahwa investor global memiliki keyakinan terhadap pasar modal kita,” ungkap Nafan dalam keterangannya pada Selasa, 14 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa konsistensi dari regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam menerapkan reformasi merupakan faktor penting. Jika kebijakan yang telah dibentuk dapat diterapkan secara berkelanjutan, maka transparansi pasar akan semakin meningkat, dan pada gilirannya akan memperkuat ketertarikan investor internasional.
Nafan juga menekankan bahwa situasi ini sangat penting untuk menjaga posisi Indonesia di level emerging market, bahkan membuka peluang untuk meningkatkan status di masa mendatang. “IHSG kita mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan meskipun di tengah ketidakpastian global. Ini adalah indikasi bahwa pasar memberikan respons positif terhadap arah kebijakan yang ada,” tambahnya.
Dengan adanya reformasi struktural yang berjalan baik dan respons pasar yang semakin kokoh, prospek pasar modal Indonesia dinilai semakin menarik bagi investor baik domestik maupun global.
Sebagaimana diketahui, OJK menegaskan bahwa penguatan IHSG merupakan hasil dari pelaksanaan reformasi pasar modal yang sedang berlangsung. Selain itu, saham-saham domestik kini beranjak menuju tingkat transparansi yang lebih baik dan semakin sejalan dengan standar global.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa sejumlah kebijakan baru telah dirancang untuk menjawab kekhawatiran yang ada di kalangan pelaku pasar, termasuk di kalangan penyedia indeks global.
➡️ Baca Juga: Wakil Bupati Rejang Lebong Bebas Tersangka Usai Terlibat OTT KPK
➡️ Baca Juga: Apple Umumkan MacBook Neo, Pro, dan Air di RI: Performa AI yang Meningkat Pesat




