Disney Pangkas Karyawan, 1.000 Pekerja Terancam PHK Akibat Restrukturisasi

Jakarta – Sektor hiburan global kembali dihadapkan pada isu signifikan terkait pengurangan tenaga kerja yang dilakukan oleh salah satu perusahaan media terkemuka. Dalam menghadapi tantangan pasar streaming yang semakin kompetitif dan upaya restrukturisasi internal, keputusan untuk melakukan pemangkasan karyawan menjadi langkah strategis demi menjaga profitabilitas perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Disney tengah merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan dalam beberapa bulan mendatang. Kebijakan ini merupakan langkah awal dari pemangkasan yang terjadi di bawah kepemimpinan CEO baru, Josh D’Amaro, yang baru saja mengambil alih posisi kepemimpinan setelah adanya perubahan struktur di perusahaan tersebut.
“Disney berencana untuk memberhentikan hingga 1.000 karyawan dalam beberapa bulan ke depan,” demikian pernyataan yang dirilis dalam laporan terbaru.
Langkah ini termasuk dalam upaya efisiensi yang berkelanjutan setelah sebelumnya perusahaan melakukan konsolidasi besar-besaran di berbagai divisi, mulai dari pemasaran, hiburan, hingga operasional global. Perubahan struktur ini juga bertujuan untuk mengurangi tumpang tindih dalam pekerjaan di dalam perusahaan.
“Ini adalah pemangkasan pertama yang dilakukan oleh raksasa hiburan ini sejak penunjukan Josh D’Amaro sebagai CEO,” tambah laporan tersebut. Meskipun jumlah karyawan yang terkena dampak kali ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan gelombang pemangkasan sebelumnya, keputusan ini tetap menjadi sorotan karena menandai arah kebijakan yang diambil oleh CEO baru.
Sebagai informasi tambahan, dalam beberapa tahun terakhir, Bob Iger sebelumnya telah memimpin pemangkasan ribuan karyawan sebagai bagian dari program penghematan biaya yang signifikan.
Data internal perusahaan menunjukkan bahwa total karyawan Disney mencapai lebih dari 230.000 orang di seluruh dunia, dengan mayoritas berada di sektor taman hiburan dan pekerja paruh waktu. Dengan demikian, meskipun PHK ini hanya menyasar sebagian kecil dari total tenaga kerja, dampaknya tetap terasa signifikan baik dari sisi operasional maupun psikologis bagi karyawan yang tersisa.
Pada gelombang restrukturisasi sebelumnya, Disney telah menargetkan penghematan miliaran dolar melalui peningkatan efisiensi di berbagai lini bisnis. Namun, perubahan cepat dalam industri hiburan, terutama akibat pergeseran ke layanan streaming dan penurunan margin di beberapa segmen, memaksa perusahaan untuk terus melakukan penyesuaian yang diperlukan.
Keputusan ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri media dan teknologi, di mana banyak perusahaan besar melakukan efisiensi tenaga kerja untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah meningkatnya biaya operasional dan ketidakpastian dalam pasar global.
➡️ Baca Juga: Panduan Latihan Tubuh Aman untuk Pemula yang Efektif dan Terjamin
➡️ Baca Juga: IPB University: Satu-satunya Kampus Indonesia Top 50 QS WUR by Subject




