Cara Satgas PRR Mempercepat Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatera

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir tahun lalu telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai fasilitas kesehatan di ketiga provinsi tersebut. Berbagai upaya perbaikan sedang dilakukan dengan fokus utama pada pemulihan fasilitas kesehatan agar dapat segera berfungsi kembali.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memberikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan yang telah bertindak cepat dalam memastikan fasilitas kesehatan pulih dengan segera. Langkah tersebut sangat penting untuk mendukung proses pemulihan pascabencana di daerah yang terkena dampak.
Satgas PRR Pascabencana Sumatera mencatat bahwa sebanyak 3.476 fasilitas kesehatan terkena dampak dari bencana tersebut. Rincian dari jumlah ini mencakup 87 Rumah Sakit Pemerintah, 867 Puskesmas, dan 2.522 Puskesmas Pembantu (Pustu). Berkat upaya cepat Satgas PRR, saat ini seluruh Rumah Sakit Pemerintah dan Puskesmas telah beroperasi kembali, hanya tersisa 21 Pustu yang masih dalam proses pembersihan dan renovasi.
“Saya mengamati bahwa pemulihan fasilitas kesehatan, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), berlangsung lebih cepat dibandingkan sektor lainnya. Menteri Kesehatan bahkan turun langsung ke lapangan dan mengirimkan banyak relawan hingga ke daerah pegunungan,” ungkap Tito saat peresmian penyaluran bantuan ambulans serta alat kesehatan untuk wilayah bencana di Kementerian Kesehatan, pada Kamis, 12 Maret 2026.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan komitmen pihaknya untuk memastikan semua fasilitas kesehatan yang terdampak bisa segera beroperasi dalam waktu yang singkat setelah bencana. Ini penting agar masyarakat terdampak dapat segera mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Kemenkes juga bertindak cepat dengan mengirimkan tenaga kesehatan relawan yang tergabung dalam Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) secara bertahap ke lokasi-lokasi bencana.
“Dalam waktu dua minggu, sebagian besar rumah sakit sudah kembali beroperasi. Untuk puskesmas, hampir semuanya berfungsi kembali dalam waktu empat minggu. Jadi, dalam waktu sekitar satu bulan, layanan kesehatan dasar sudah kembali berjalan seperti semula,” jelas Budi.
Satgas PRR juga memberikan bantuan kepada sekitar 3.000 tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir di tiga provinsi yang terdampak. Saat ini, sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah mendapatkan persetujuan untuk pencairan dana perbaikan rumah dari pemerintah.
“Setelah fasilitas medis berfungsi dengan baik, perhatian utama kami adalah para pegawainya. Data kami menunjukkan lebih dari 3.000 nakes mengalami kerusakan pada rumah mereka. Bagaimana mungkin mereka, baik dokter, perawat, maupun bidan, bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat jika mereka masih harus memikirkan tentang rumah yang rusak,” tegas Budi.
➡️ Baca Juga: Tantangan dan Peluang Sektor Kesehatan di Indonesia
➡️ Baca Juga: Mbak Rara Ungkap Ramalan Vidi Aldiano dan Foto Freya JKT48 yang Diedit Menarik




