Grand Final Proliga 2026: LavAni Menang Dramatis atas Bhayangkara dalam Pertandingan Sengit

Jakarta – Suasana penuh gairah menyelimuti grand final Proliga 2026 ketika Jakarta LavAni Livin’ Transmedia berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Jakarta Bhayangkara Presisi. Pertandingan leg kedua yang berlangsung di GOR Amongrogo pada malam hari, 26 April 2026, menjadi momentum penting bagi LavAni untuk membuktikan diri sekaligus menuntaskan dendam mereka.
Dengan keunggulan yang diraih di leg pertama, LavAni langsung menunjukkan permainan agresif sejak awal. Pertarungan berlangsung ketat, dipenuhi dengan reli panjang yang meningkatkan tensi di lapangan. Namun, pada momen krusial di set pertama, LavAni berhasil menemukan ritme permainan terbaik mereka. Serangan yang lebih efektif membawa mereka menjauh dari lawan dan menutup set pertama dengan skor 25-22.
Memasuki set kedua, tim Bhayangkara berusaha bangkit dari keterpurukan. Di bawah arahan pelatih Raidel Toiran, mereka meningkatkan intensitas permainan, khususnya dalam bertahan menghadapi gempuran LavAni. Meskipun begitu, beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Bhayangkara menjadi peluang bagi LavAni untuk kembali menguasai permainan. Mereka mampu mempertahankan konsistensi dan menutup set kedua dengan skor 25-20.
Bhayangkara tidak menyerah begitu saja. Di set ketiga, mereka menunjukkan permainan yang lebih agresif. Tekanan yang diberikan sejak awal membuat pertandingan berlangsung lebih seimbang, menandakan usaha keras mereka untuk kembali dalam perburuan.
Momentum mulai berpihak kepada Bhayangkara yang berhasil menjauh di angka-angka akhir, menutup set dengan kemenangan 25-18. Kemenangan ini memberikan harapan baru bagi mereka untuk mempertahankan peluang di laga final.
Set keempat menjadi sangat krusial. Bhayangkara sempat memimpin dan terlihat lebih mengontrol permainan. Namun, situasi berubah drastis setelah technical time out kedua, memberikan kesempatan bagi LavAni untuk bangkit.
LavAni menunjukkan semangat juang yang tinggi, berhasil menyamakan kedudukan dan kemudian membalikkan keadaan melalui rangkaian poin beruntun. Keunggulan yang mereka raih tidak lagi dapat dikejar, dan LavAni menutup set dengan skor 25-22, sekaligus memastikan kemenangan dengan agregat 3-1.
Kemenangan ini menandai keberhasilan tim asuhan pelatih David Lee dalam meraih dua kemenangan dalam format best of three, dan mengunci gelar juara tanpa perlu melalui laga penentuan. Selain trofi, kemenangan ini juga menjadi pembuktian atas kegagalan yang mereka alami pada musim 2024 dan 2025, di mana mereka harus mengakui kekuatan Bhayangkara di partai puncak.
Klub yang dimiliki oleh Presiden ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut kini menambah koleksi gelar juara menjadi tiga, setelah sebelumnya sukses pada musim 2022 dan 2023. LavAni kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan dominan di pentas voli nasional.
➡️ Baca Juga: Laptop Gaming Murah dengan Sistem Pendinginan Efisien dan Performa Stabil untuk Pengalaman Optimal
➡️ Baca Juga: KPK Tekankan Pentingnya Edukasi Politik bagi Entertainer Melalui Kasus Fadia Arafiq




