Bank Jakarta XPORIA 2026 Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Jakarta Secara Signifikan

Jakarta – Gelaran Bank Jakarta XPORIA 2026 yang diadakan di Balai Kota Jakarta dari tanggal 20 hingga 23 April 2026 telah berhasil mendorong aktivitas ekonomi secara signifikan.
Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai pameran, tetapi juga efektif dalam menghubungkan para pelaku usaha dengan nasabah, sehingga menghasilkan peningkatan penjualan yang nyata.
Agus H Widodo, Direktur Utama Bank Jakarta, menggarisbawahi bahwa acara ini melibatkan beragam tenant dari sektor kuliner, fashion, otomotif, hingga properti, dan dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan berbasis digital.
“Melalui acara ini, kami berupaya mempertemukan merchant dan nasabah agar transaksi dapat dilakukan dengan lebih efisien. Hasilnya, kami harap dapat menggerakkan roda ekonomi Jakarta secara nyata,” jelas Agus dalam keterangannya pada 21 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa acara ini memberikan pengalaman berbelanja yang komprehensif bagi pengunjung, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta.
“Ini adalah bentuk komitmen Bank Jakarta untuk memfasilitasi ASN dengan berbagai kemudahan layanan,” ungkapnya.
“Acara ini bukan sekadar pameran; kami ingin menciptakan ruang pengalaman. Kami berharap masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung berbagai produk unggulan yang ditawarkan,” lanjut Agus.
Omset Meningkat Drastis
Dampak dari acara ini sangat dirasakan oleh para merchant. Pedagang Kebab Mayestik, Afendi dan Ali, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat efektif dalam hal promosi dan pemasaran.
“Acara ini sangat membantu dalam meningkatkan penjualan di outlet kami serta memperkenalkan usaha kami kepada lebih banyak orang,” ucap mereka.
Faktor lokasi strategis dan adopsi digitalisasi pembayaran menjadi kunci tingginya transaksi belanja. “Penggunaan QRIS sangat mempermudah proses transaksi,” tambah mereka.
Hal serupa juga dirasakan oleh Cindy, pelaku usaha Kukerku.jkt, yang baru pertama kali mengikuti bazar ini. Ia merasakan adanya lonjakan pembeli berkat acara ini.
Meskipun masih melayani transaksi tunai, Cindy menyadari bahwa digitalisasi pembayaran sangat berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas belanja. Ia pun antusias untuk berpartisipasi kembali di masa mendatang. “Tentu saya sangat ingin ikut kembali,” ujarnya.
Dari perspektif konsumen, keberagaman tenant serta kelancaran sistem pembayaran digital berhasil memicu tingginya aktivitas transaksi. Andien, seorang ASN dari Bappeda Jakarta Pusat, mengaku sangat bersemangat berbelanja di sela-sela waktu kerjanya.
➡️ Baca Juga: Serangan DDoS Semakin Meningkat, Solusi Digital Efektif untuk Melindungi Jaringan Anda
➡️ Baca Juga: Manajemen Keuangan Adaptif dalam Menghadapi Perubahan Ekonomi yang Mendadak




