Bursa Asia Tertekan, Kospi Merosot Tajam Pasca Ancaman Donald Trump Terhadap Energi Iran

Bursa Asia-Pasifik mengalami penurunan signifikan, dengan indeks utama Korea Selatan memimpin koreksi pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 31 Maret 2026. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak global dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang membuat para investor menjadi semakin cemas.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengeluarkan ancaman untuk menghancurkan infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik dan sumur minyak, serta Pulau Kharg. Ancaman ini disampaikan jika Teheran tetap menutup Selat Hormuz dan tidak bersedia untuk mencapai kesepakatan damai guna mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.
Selain itu, Trump juga sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan pasukan darat guna merebut Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama pasokan bahan bakar dan menyuplai sekitar 90 persen dari total ekspor minyak mentah Iran. Pernyataan-pernyataan ini muncul pada saat perang di Iran memasuki minggu kelimanya.
Pada waktu lalu, lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz mencakup sekitar 20 persen dari total pengiriman minyak dunia. Namun, ekspor minyak Iran hampir terhenti sejak serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Minyak mentah West Texas Intermediate mengalami kenaikan sebesar 2,8 persen, mencapai harga US$105,8 per barel. Di sisi lain, kontrak berjangka minyak Brent, yang menjadi patokan internasional, melonjak hingga US$115,17 per barel.
Mengutip laporan dari CNBC Internasional, indeks saham unggulan Korea Selatan, Kospi, mengalami penurunan paling tajam di Asia dengan merosot lebih dari 4 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq, yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil, kehilangan lebih dari 3 persen dari nilainya.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 juga terpantau amblas sebesar 2,2 persen. Indeks Topix mengalami penurunan yang lebih rendah, yaitu sekitar 1,4 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Australia melemah sebanyak 0,56 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong berjangka turun ke level 24.683 dari sebelumnya yang berada di angka 24.750,8.
Bursa saham AS, Wall Street, juga mengalami koreksi. Indeks S&P 500 tercatat melemah sebesar 0,39 persen menjadi 6.343,72, mencatatkan penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut.
Nasdaq Composite mencatatkan penurunan yang lebih signifikan, yaitu sebesar 0,73 persen hingga mencapai angka 20.794,64. Namun, indeks Dow Jones Industrial Average justru mencatatkan kenaikan kecil sebesar 0,11 persen, mencapai level 45.216.
➡️ Baca Juga: Kontroversi Pidato Dedi Mulyadi dan Walk Out Fraksi PDIP
➡️ Baca Juga: Luna Maya Mengumumkan Istirahat, Menolak Semua Tawaran Syuting Film Terbaru



