Site icon Cateringku

Ojol Disabilitas Berharap Anaknya Lulus Tes Bintara di Polda Jabar

Sejumlah platform media sosial baru-baru ini dipenuhi dengan video viral yang menunjukkan harapan seorang pengemudi ojek online (ojol) penyandang disabilitas untuk anaknya yang ingin lolos dalam proses pendaftaran Bintara di Polda Jawa Barat. Dalam video berdurasi 54 detik tersebut, seorang ojol yang memperkenalkan diri sebagai Riswan, mengekspresikan harapannya agar anaknya, Mochammad Radit Wibawa, dapat berhasil dalam tes masuk kepolisian.

“Dalam rekaman ini, saya ingin menyampaikan cita-cita dan harapan anak saya untuk menjadi anggota Polri. Saya sungguh berharap anak saya bisa berhasil dan berkontribusi bagi bangsa dan negara serta menjadi kebanggaan bagi keluarga,” ungkap Riswan dalam video yang diunggahnya.

Riswan juga menyampaikan harapan tersebut kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dengan harapan agar pemimpin kepolisian tersebut dapat mendengarkan aspirasi rakyat kecil, termasuk keinginan anaknya untuk mengabdi di institusi Bhayangkara.

“(Kepada Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo) Semoga harapan saya dapat terwujud,” tambahnya.

Kisah Moch Radit Wibawa mulai menarik perhatian publik setelah ia mengikuti tes Bintara di Polda Jawa Barat. Pemuda ini berasal dari keluarga sederhana, di mana kedua orang tuanya bekerja sebagai pengemudi ojek online meskipun memiliki disabilitas.

Cerita Radit menjadi viral setelah sebuah video yang menunjukkan keseharian keluarganya yang penuh dengan keterbatasan beredar di media sosial. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, semangatnya untuk menjadi bagian dari Polri tidak pernah pudar.

Dalam tayangan tersebut, terlihat bagaimana perjuangan seorang anak dari kalangan masyarakat kecil berusaha mengejar impiannya untuk menembus seleksi ketat institusi kepolisian. Kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi Radit untuk terus berjuang demi cita-citanya mengabdi kepada negara.

Dukungan pun mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak yang berharap agar proses seleksi berlangsung secara adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta, tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi.

Kisah ini juga memunculkan harapan besar agar para pemimpin Polri memberikan perhatian lebih terhadap aspirasi masyarakat kecil. Publik menilai bahwa rekrutmen anggota kepolisian harus mencerminkan keadilan, sehingga anak-anak dari keluarga sederhana memiliki peluang yang setara untuk berkontribusi dalam institusi ini.

➡️ Baca Juga: 8 Juara Seleknas PBSI 2026 Lolos Tes Ketat dan Resmi Masuk Pelatnas

➡️ Baca Juga: Ganti Oli dengan Engine Flush: Apakah Membuat Mesin Lebih Bersih atau Menyebabkan Masalah?

Exit mobile version