AS Mengklaim Iran Rugi Rp100 Triliun Akibat 42 Kapal Dicegat dan Tidak Dapat Jual Minyak

Komando Pusat Angkatan Bersenjata AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka telah mengalihkan 42 kapal komersial yang berusaha menembus blokade yang diberlakukan oleh AS di Selat Hormuz pada Rabu, 29 April 2026.
“Hari ini, pasukan kami berhasil mencapai pencapaian signifikan dengan mengalihkan kapal komersial ke-42 yang mencoba melanggar blokade,” ujar Komandan CENTCOM, Brad Cooper, melalui platform X, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu.
Ke-42 kapal tersebut ditahan oleh AS karena berusaha keluar atau masuk ke pelabuhan Iran, di mana 41 di antaranya adalah tanker minyak yang membawa total 69 juta barel. Tanpa akses ke pelabuhan Iran, kapal-kapal ini terpaksa terjebak akibat blokade yang sedang berlangsung.
“Sekarang, terdapat 41 kapal tanker yang membawa 69 juta barel minyak yang tidak dapat dijual oleh rezim Iran. Diperkirakan, mereka kehilangan potensi pendapatan lebih dari $6 miliar (sekitar Rp104,238 triliun) yang tidak bisa dimanfaatkan oleh pemerintah Iran,” jelasnya.
“Blokade ini terbukti sangat efektif, dan pasukan AS tetap sepenuhnya berkomitmen untuk melanjutkan blokade secara menyeluruh,” tambahnya.
Sejak 13 April, AS telah menerapkan blokade maritim yang menargetkan lalu lintas laut Iran di Selat Hormuz, sebagai respons terhadap pembatasan yang diberlakukan oleh Iran terhadap lalu lintas kapal di jalur penting ini. Selat Hormuz merupakan jalur yang menyuplai sekitar 20 persen dari total pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia.
Pemerintah AS menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran tetap diperbolehkan untuk melintas di Selat Hormuz, asalkan tidak memberikan pembayaran atau pungutan kepada Iran.
Laporan menyebutkan bahwa Iran telah mengusulkan untuk membuka kembali Selat Hormuz, sambil menunda pembicaraan mengenai program nuklirnya untuk negosiasi lebih lanjut.
➡️ Baca Juga: Samarkand Menjadi Fokus Utama untuk Strategi Pemasaran yang Efektif
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Hidup Sehat dengan Pengaturan Aktivitas dan Istirahat Harian yang Efektif




