Ukraina telah memberikan pernyataan tegas mengenai rencananya untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel. Langkah ini diambil sebagai respons atas tuduhan bahwa Israel mengabaikan impor gandum yang diduga telah dicuri oleh Rusia dari wilayah Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan ancaman sanksi ini melalui akun media sosialnya.
Zelenskyy menyoroti situasi di mana sejumlah kapal yang membawa gandum tersebut telah tiba di pelabuhan di Israel dan bersiap untuk membongkar muatannya. Ia menegaskan bahwa tindakan ini tidak dapat dianggap sebagai aktivitas bisnis yang sah. Dalam pernyataannya, ia mempertanyakan ketidaktahuan otoritas Israel mengenai asal muatan kapal yang masuk ke pelabuhan mereka.
Saat ini, Ukraina sedang mempersiapkan berbagai sanksi yang ditujukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pengangkutan gandum tersebut, serta individu dan entitas hukum yang berusaha mendapatkan keuntungan dari situasi ini. Selain itu, Ukraina juga telah memanggil duta besar Israel ke Kementerian Luar Negeri untuk membahas pengiriman yang dipermasalahkan.
Zelenskyy berharap agar pihak berwenang Israel menghormati Ukraina dan menghindari tindakan yang dapat merusak hubungan bilateral antara kedua negara. Ia menekankan pentingnya saling menghormati dalam konteks hubungan internasional.
Pemerintah Kyiv menganggap semua gandum yang diambil dari wilayah Ukraina yang diduduki oleh Rusia sejak invasi pada tahun 2022, termasuk Krimea, sebagai barang curian. Ukraina telah secara konsisten mengajukan protes terhadap praktik ini kepada berbagai negara, dengan alasan bahwa hasil penjualan gandum tersebut digunakan untuk mendanai agresi militer Rusia.
Menurut pihak Ukraina, Rusia mengalihkan gandum tersebut melalui jaringan pengiriman yang tidak resmi ke beberapa negara lain yang juga dikenakan sanksi internasional, seperti Venezuela dan Iran. Di sisi lain, Rusia mengklaim bahwa gandum tersebut berasal dari wilayah baru yang mereka anggap sah, meskipun secara internasional wilayah tersebut masih diakui sebagai bagian dari Ukraina yang diduduki.
Pernyataan Zelenskyy ini muncul di tengah pertukaran pernyataan yang semakin intens antara pejabat Ukraina dan Israel di platform media sosial. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menegaskan bahwa pengiriman gandum yang dicuri seharusnya tidak merusak hubungan antara kedua negara.
Sybiha juga menyampaikan keheranannya atas kurangnya respons dari Israel terhadap permintaan sah Ukraina mengenai kapal-kapal yang sebelumnya telah mengirim barang curian ke pelabuhan Haifa. Ia mengecam ketidakpedulian yang tampaknya ditunjukkan oleh pihak Israel dalam menangani isu ini.
➡️ Baca Juga: Pengusaha Angkutan Bongkar Penyebab Utama Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk
➡️ Baca Juga: Tradisi Lokal Ini Kembali Populer di Kalangan Anak Muda

