Jakarta – Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas wirausaha perempuan dari segmen ultra mikro hingga kecil agar dapat bersaing dan berkembang. Sebanyak 3.489 wirausaha perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia mengikuti sosialisasi Pra-Kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring, yang bertepatan dengan Hari Kartini.
Mereka adalah wirausahawati yang berhasil melewati seleksi administrasi dari total 8.196 pendaftar dalam Program PFpreneur 2026. Setelah dinyatakan lolos dan memasuki tahap Pra-Kurasi, para wanita pengusaha terpilih ini akan menerima pembekalan dasar yang mencakup peran mereka sebagai pendiri usaha, karakteristik pelanggan, serta nilai dari produk atau layanan yang mereka tawarkan.
Pra-Kurasi adalah langkah awal dari empat tahap penguatan usaha dalam Program PFpreneur 2026, yang meliputi pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final. Proses pembelajaran di setiap tahap dilakukan secara asinkronus melalui platform e-learning PFseries, yang menyediakan video pembelajaran serta tugas dalam bentuk pre-test dan post-test.
Kurikulum pembelajaran untuk program PFpreneur dirancang secara bertahap, mulai dari penguatan mindset dan mental wirausaha, analisis pasar dan konsumen, pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, hingga strategi pemasaran serta penjualan dan peningkatan kapasitas digital.
Fety, Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), menyatakan bahwa Program PFpreneur merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem pendampingan UMKM yang komprehensif dan terintegrasi. Program ini difokuskan pada pengembangan pengusaha perempuan dan berfungsi sebagai gerbang menuju pembinaan level preparation, yang mempersiapkan mitra binaan sebelum beralih ke pembinaan level on-boarding di Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, dan UMK Go Global.
“Wirausaha perempuan adalah sosok Kartini yang memiliki peran vital dalam pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, kami meluncurkan program PFpreneur yang dirancang khusus untuk memperkuat fondasi para wanita pengusaha sebelum mereka melanjutkan ke pembinaan UMKM tingkat lanjut di Pertamina Group, seperti UMK Academy,” ujar Fety.
Sejak diinisiasi oleh Pertamina Foundation pada tahun 2020, program PFpreneur telah berhasil mendampingi 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor, termasuk kuliner, fesyen, kerajinan, dan agribisnis, untuk berkembang menjadi wirausahawati yang tangguh, mandiri, inovatif, dan kompetitif.
Dampak positif dari pembinaan PFpreneur dapat terlihat pada Rifera, sebuah UMKM yang berlokasi di Sumatera Selatan yang menawarkan produk eco-fashion, seperti tas, handbag, dan aksesori yang terbuat dari kulit kayu dan serat alami. Berawal dari usaha rumahan, Rifera kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan berhasil menarik perhatian di Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026 yang berlangsung pada awal April lalu.
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengelola File PDF di Android Agar Mudah Diakses dan Ringan
➡️ Baca Juga: Tradisi Lokal Ini Kembali Populer di Kalangan Anak Muda

