Supergrup Tum Band Hadir dengan Musisi Legendaris, Dari Dewa 19 Hingga Netral

Jakarta – Kehadiran warna baru dalam industri musik Indonesia kini terwujud melalui Loh Kok Tum Band, sebuah supergrup yang menggabungkan berbagai musisi lintas generasi dalam sebuah kolaborasi yang menarik. Band ini mulai terbentuk pada akhir tahun 2023, berawal dari inisiatif Yuke Sampurna, salah satu personel Dewa 19, yang kemudian berkembang menjadi proyek musik yang lebih terencana dan terstruktur.
Loh Kok Tum Band tidak hanya sekadar menyatukan nama-nama besar dalam industri musik, tetapi juga mengusung pendekatan yang berbeda dengan menjadikan persahabatan sebagai landasan utama dalam berkarya. Formasi grup ini unik, terdiri dari musisi yang telah berpengalaman di industri dan memiliki karakter musik yang bervariasi. Selain Yuke, ada Reno Fahreza, Eno NTRL dari Netral, Stevie Item dari Andra and The Backbone, Marcello Tahitoe, dan Magi dari /rif. Mari kita gali lebih dalam tentang mereka!
Perpaduan latar belakang yang beragam ini menciptakan dinamika yang menarik dalam proses kreatif mereka. Alih-alih menjadi penghalang, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan yang memperkaya warna musik Loh Kok Tum Band. Setiap anggota membawa identitas musikal yang khas, namun tetap mampu bersatu dalam satu visi yang sama.
Reno Fahreza menekankan bahwa proyek ini lahir dari hubungan personal yang telah terjalin jauh sebelum band ini terbentuk.
“Ini bukan sekadar band, tetapi sebuah ruang bagi kami untuk berkumpul sebagai teman. Dari sana, ide-ide musik kami terasa lebih tulus dan mengalir,” ungkap Reno dalam pernyataannya pada Selasa, 21 April 2026.
Pernyataan ini menggambarkan bagaimana proses kreatif dalam band ini berjalan secara alami. Tidak ada batasan atau sekat yang kaku dalam berkarya. Sebaliknya, suasana yang kondusif dan penuh kepercayaan menjadi wadah bagi setiap anggota untuk mengekspresikan diri secara maksimal.
Fenomena supergrup bukanlah hal baru dalam dunia musik, baik di tingkat global maupun di Indonesia. Namun, pendekatan yang diusung oleh Loh Kok Tum Band terasa berbeda karena menempatkan hubungan personal sebagai inti dari kolaborasi. Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, mereka menunjukkan bahwa kedekatan emosional dapat menjadi kunci utama dalam menciptakan karya yang autentik.
Lebih dari sekadar proyek musik, kehadiran Loh Kok Tum Band juga mencerminkan bahwa kolaborasi lintas generasi bukan hanya sekadar mimpi, tetapi juga relevan dan sangat mungkin terwujud. Musisi senior dan generasi muda dapat saling melengkapi, menciptakan harmoni yang tidak hanya dapat didengar dalam lagu-lagu mereka, tetapi juga dirasakan dalam proses penciptaannya.
➡️ Baca Juga: Cedera, Ester Memutuskan Mundur dari Turnamen Indonesia Open
➡️ Baca Juga: SIM Keliling Jumat 10 April 2026: Temukan Lokasi Perpanjangan di Jakarta dan Sekitarnya




