Site icon Cateringku

Kecelakaan Lalu Lintas di Sulsel 2025 Mencatat 118 Korban Jiwa

Sepanjang tahun 2025, terdapat laporan mengenai 2.179 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di 10 titik rawan di empat wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Angka ini menunjukkan betapa menjadi isu yang serius dan memerlukan perhatian lebih dari semua pihak.

Jumlah korban yang terluka akibat kecelakaan ini mencapai 2.850 orang, sementara korban yang kehilangan nyawa tercatat sebanyak 118 orang. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang menekankan pentingnya perhatian terhadap masalah keselamatan transportasi.

Menurutnya, keselamatan dalam transportasi adalah hasil kolaborasi dari berbagai sektor yang bertujuan untuk menurunkan angka kecelakaan, khususnya yang berujung pada kematian. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa, 14 April 2026, saat ia mengunjungi Makassar.

Kunjungan Muhammad Awaluddin ke Makassar bertujuan untuk berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti Dinas Perhubungan Kota Makassar, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Bina Marga, pihak kepolisian, akademisi, serta komunitas pengemudi ojek daring. Diskusi ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah dalam mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Ia menjelaskan, “Hari ini saya bertemu dengan semua pihak yang memiliki tanggung jawab dalam keselamatan transportasi.” Pertemuan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya mencegah kecelakaan lalu lintas.

Pencegahan kecelakaan telah menjadi fokus utama melalui serangkaian diskusi dengan para stakeholder, yang melahirkan beberapa poin penting untuk dibahas lebih lanjut. Penanganan kasus kecelakaan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus bersinergi.

Upaya perlu dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai sektor. Diskusi yang berlangsung sebelumnya diarahkan untuk menghasilkan langkah-langkah konkret yang berdampak nyata dan dapat diukur.

Dari data yang ada, Kota Makassar mencatat angka kecelakaan tertinggi di tahun 2025. Terdapat enam lokasi rawan di Kecamatan Biringkanaya dengan total 390 kejadian, yang mengakibatkan 17 korban meninggal dan 458 orang mengalami luka-luka.

Kecamatan Panakukang menyusul dengan 282 kecelakaan, yang merenggut nyawa 15 orang dan melukai 347 orang. Selanjutnya, Kecamatan Tamalanrea mencatat 249 kejadian, dengan 12 orang meninggal dunia dan 303 luka-luka. Kecamatan Tamalate juga tidak jauh berbeda, dengan 242 kecelakaan, 10 orang meninggal, dan 323 orang terluka. Selain itu, Kecamatan Manggala mencatatkan 173 kecelakaan, yang menyebabkan 10 orang meninggal dan 235 orang luka-luka. Terakhir, Kecamatan Rappocini sebanyak 172 kejadian, dengan satu orang meninggal dan 215 orang mengalami luka.

Di Kabupaten Gowa, Kecamatan Somba Opu mengalami 181 kecelakaan, mengakibatkan 11 korban meninggal dan 237 luka-luka. Sementara di Kabupaten Maros, Kecamatan Turikale merekam 173 kejadian, dengan 11 orang meninggal dan 262 orang mengalami luka-luka. Di Kabupaten Jeneponto, Kecamatan Binamu tercatat 167 kecelakaan, dengan 6 orang meninggal dan 231 orang luka-luka. Di Kabupaten Bulukumba, Kecamatan Gantarang mencatat 146 kejadian, yang mengakibatkan 12 orang meninggal dan 212 orang luka-luka.

Kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan keselamatan di jalan raya perlu ditingkatkan. Setiap pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pengguna jalan, harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.

➡️ Baca Juga: Atlet Muda Ini Jadi Perbincangan Usai Cetak Rekor

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Mengatasi Kelelahan Mental Akibat Beban Kerja Harian yang Tinggi

Exit mobile version