depo 10k depo 10k
religi

Bahaya Curhat di Media Sosial Menurut Buya Yahya yang Perlu Diketahui

Fenomena berbagi masalah pribadi di media sosial semakin marak terjadi. Banyak individu dengan mudahnya mengungkapkan perasaan dan permasalahan mereka melalui status di platform seperti Facebook, Instagram, hingga TikTok. Namun, kebiasaan ini menarik perhatian Buya Yahya, yang menekankan bahwa tidak semua persoalan layak untuk diumbar di ruang publik.

Dalam sebuah ceramahnya, Buya Yahya menyoroti fenomena di mana sebagian orang menjadikan media sosial sebagai wadah untuk meluapkan emosi dan masalah pribadi. Ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut bisa berpotensi memperburuk situasi, mengingat tidak semua orang yang membaca status tersebut memiliki kapasitas untuk memberikan solusi yang tepat.

Buya Yahya secara tegas memperingatkan dampak negatif dari kebiasaan curhat di dunia maya yang dilakukan tanpa pertimbangan.

“Ketika seseorang curhat di Facebook, itu menunjukkan kebodohan. Jika ada wanita yang curhat, maka itu adalah tindakan yang kurang bijak. Setiap orang yang dicurhati tidak selalu mampu menyelesaikan masalah,” ungkap Buya Yahya dalam salah satu tayangan di kanal YouTube-nya pada Selasa, 7 April 2026.

Dalam kelanjutan ceramahnya, Buya Yahya menyatakan bahwa menuliskan keluhan pribadi secara terbuka di media sosial bisa menimbulkan efek buruk. Salah satu risiko yang dihadapi adalah terbukanya peluang bagi orang lain untuk menghakimi, menilai, atau bahkan menyalahgunakan informasi yang dibagikan.

Ia juga menekankan bahwa kebiasaan membuat status yang berisi curahan hati tanpa pertimbangan yang matang tidak mencerminkan sikap bijak dalam menghadapi permasalahan hidup.

“Apabila seseorang membagikan curhat di statusnya, itu adalah tindakan yang sangat tidak cerdas. Jika sebelumnya kita berbicara tentang seorang yang dianggap hebat, ini justru sebaliknya, sangat tidak bijak,” tegasnya.

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa tidak semua orang yang membaca status di media sosial memiliki kemampuan untuk memberikan solusi yang baik. Bahkan, sosok yang dianggap berilmu atau bijak sekalipun belum tentu tepat untuk menjadi tempat berbagi masalah.

“Siapa pun yang melihat status tersebut, meskipun mereka dikenal sebagai orang yang alim, ustaz, atau profesor, tetap tidak ada jaminan mereka bisa memberikan saran yang baik. Jadilah individu yang lebih bijak; tidak semua hal harus diungkapkan dan dituliskan,” imbuhnya dengan tegas.

Sebagai penutup, Buya Yahya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Ia mendorong agar platform digital digunakan untuk menyebarluaskan konten positif yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain, bukan justru sebagai wadah untuk meluapkan keluhan yang bisa menimbulkan dampak negatif.

➡️ Baca Juga: Juan Laurent Mengajukan Pertukaran dari Satria Muda Setelah Hampir 10 Tahun Berkarir

➡️ Baca Juga: Astra Siapkan Layanan Terpadu dan Ribuan Teknisi untuk Mudik Lebaran 2026 di Jalur Strategis

Related Articles

Back to top button