Site icon Cateringku

Anggota DPR Minta Pengawasan Ketat untuk WFH ASN di Hari Jumat agar Tidak Terlihat Libur

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mujakkir Zuhri, memberikan dukungan terhadap kebijakan Work From Home (WFH) pada setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sektor swasta. Menurutnya, kebijakan ini berpotensi mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Namun, ada kekhawatiran bahwa penetapan hari Jumat sebagai WFH dapat disalahartikan oleh beberapa pihak dan dijadikan sebagai kesempatan untuk mendapatkan long weekend.

“Pengawasan dan kontrol yang ketat sangat diperlukan agar WFH tidak disalahgunakan sebagai waktu libur. ASN serta sektor swasta harus tetap produktif,” ungkap Mujakkir Zuhri dalam pernyataan tertulisnya pada Kamis, 2 April 2026.

Ia menambahkan bahwa isu terkait WFH sebenarnya bukanlah masalah yang besar. Sebab, pemantauan aktivitas pegawai dapat dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi teknologi.

“Secara teknis, pergerakan individu bisa dilacak melalui aplikasi. Ini menjadi solusi untuk mengurangi penyalahgunaan WFH yang dapat dianggap sebagai hari libur,” jelasnya.

Di mata Mujakkir, hari apapun yang ditetapkan pemerintah untuk WFH tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah esensi dari WFH itu sendiri, yaitu bekerja, bukan berlibur.

“Tidak ada masalah jika WFH ditetapkan pada hari tertentu. Mereka pada dasarnya bekerja, dan pergerakan pegawai tetap bisa dipantau melalui teknologi. Sekali lagi, WFH adalah untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan dari rumah, bukan untuk bersantai,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemilihan hari Jumat diambil berdasarkan praktik yang telah diterapkan di beberapa kementerian.

“Mengapa kami memilih hari Jumat? Sebab, beberapa kementerian sudah melaksanakan sistem kerja empat hari dalam seminggu dengan dukungan aplikasi. Ini merupakan kelanjutan dari kondisi pasca-COVID,” ujarnya dalam konferensi pers daring pada Selasa, 31 Maret 2026.

Airlangga juga menilai bahwa hari Jumat biasanya memiliki beban kerja yang lebih ringan dibandingkan dengan hari-hari kerja lainnya.

“Kami memilih hari Jumat karena pada hari tersebut, beban kerja cenderung lebih ringan, tidak sepadat hari Senin hingga Kamis,” tambahnya.

Meskipun kebijakan WFH diterapkan, Airlangga menegaskan bahwa pelayanan publik tetap akan berlangsung dengan normal.

➡️ Baca Juga: Keterampilan Media Sosial untuk Meningkatkan Pendapatan melalui Strategi Pertumbuhan Organik Instagram

➡️ Baca Juga: Kecerdasan Buatan Kini Digunakan di Dunia Pendidikan

Exit mobile version