Site icon Cateringku

Juventus Penyebab Utama Timnas Italia Tidak Lolos ke Piala Dunia 2026

Timnas Italia kembali merasakan kekecewaan mendalam setelah resmi tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Kekalahan di tangan timnas Bosnia dan Herzegovina dalam babak play-off mengakibatkan Gli Azzurri absen di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Italia tersingkir setelah mengalami kekalahan di babak adu penalti dengan skor 1-4 dari Bosnia dalam laga yang berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada Rabu dini hari, 1 April 2026. Sebelum berakhirnya waktu reguler dan tambahan waktu 120 menit, kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1.

Pada pertandingan tersebut, Italia sempat memimpin lewat gol yang dicetak oleh Moise Kean. Namun, situasi berubah drastis menjelang akhir babak pertama ketika Alessandro Bastoni, bek Inter Milan, diganjar kartu merah. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan oleh Bosnia, yang akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-79 berkat gol dari Haris Tabakovic.

Pertandingan berlanjut ke babak adu penalti, di mana Italia mengalami mimpi buruk. Dua penendang dari Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal melesakkan bola ke gawang. Hanya Sandro Tonali yang berhasil mencetak gol di babak tersebut, sementara Bosnia memastikan diri melaju ke Piala Dunia 2026.

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Kini, Italia tercatat gagal lolos ke Piala Dunia selama tiga edisi berturut-turut, setelah terakhir kali berpartisipasi di Piala Dunia 2014 di Brasil.

Italia adalah negara dengan sejarah yang kaya di pentas Piala Dunia, dengan koleksi empat gelar juara dunia. Gelar terakhir mereka diraih pada Piala Dunia 2006 di Jerman, di mana mereka dipimpin oleh kiper legendaris, Gianluigi Buffon.

Kegagalan beruntun Italia untuk lolos ke Piala Dunia juga menarik perhatian mantan pemain Bosnia, Hasan Salihamidzic. Ia berpendapat bahwa penurunan performa timnas Italia berkaitan erat dengan kondisi Juventus FC yang menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Italia saat ini tengah melewati masa-masa sulit. Bagi saya, Juventus adalah barometer sepak bola. Ketika performa Juve tidak optimal, dampaknya juga dirasakan oleh tim nasional,” ungkapnya setelah pertandingan melawan Italia.

Pernyataan tersebut mengacu pada penurunan performa Juventus dalam beberapa musim terakhir. Klub yang berbasis di Turin ini telah lama tidak merasakan manisnya gelar Serie A, terakhir kali mereka mengangkat trofi pada tahun 2020.

➡️ Baca Juga: Inter Milan Tertinggal 13 Poin dari AC Milan, Cristian Chivu: Perburuan Scudetto Masih Berlanjut

➡️ Baca Juga: Pengalaman Kerja Jadi Prioritas, Inilah Cara Gen Z Menentukan Pekerjaan Pertama

Exit mobile version