Kebakaran Pabrik Otomotif Daejeon Korsel, 55 Orang Terluka dan 14 Masih Hilang

Kebakaran besar melanda pabrik suku cadang otomotif di Daejeon, Korea Selatan, pada Jumat, 20 Maret 2026. Insiden ini melukai sedikitnya 55 orang dan menyebabkan 14 individu lainnya dilaporkan hilang, yang diyakini masih berada di dalam pabrik saat api berkobar.
Menurut Badan Pemadam Kebakaran Nasional, 24 di antara mereka mengalami luka berat akibat kebakaran yang diduga dipicu oleh ledakan. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan evaluasi untuk menentukan apakah ada korban yang dalam kondisi kritis.
Nam Deuk-woo, kepala pemadam kebakaran distrik Daedeok, menyatakan bahwa pencarian terhadap 14 orang yang hilang sedang dilakukan, dengan harapan mereka bisa ditemukan dalam keadaan selamat di dalam fasilitas yang terbakar.
Gambaran dari lokasi kejadian menunjukkan asap tebal berwarna abu-abu membubung dari kompleks pabrik, sementara sejumlah pekerja terlihat melompat dari gedung untuk menyelamatkan diri.
Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.18 waktu setempat. Nam mengungkapkan bahwa penyebab pasti dari kebakaran masih dalam penyelidikan, meskipun saksi mata melaporkan bahwa api tampak menyebar dengan sangat cepat dan ada suara ledakan sebelum kebakaran menyala.
Lebih lanjut, Nam menjelaskan bahwa kebakaran mengakibatkan kerusakan pada sebuah bangunan pabrik yang membuat petugas pemadam kebakaran tidak dapat masuk karena risiko bangunan yang dapat runtuh. Fokus utama saat ini adalah mencegah penyebaran api ke fasilitas terdekat dan mengamankan bahan kimia yang ada di lokasi.
Diketahui bahwa pabrik tersebut menyimpan sekitar 200 kg bahan kimia yang sangat reaktif, yang dapat menambah kompleksitas dalam penanganan kebakaran.
Beberapa pekerja mengalami luka saat melompat dari gedung demi menyelamatkan diri, sementara yang lain menderita akibat menghirup asap. Dalam upaya pencarian, polisi juga melacak sinyal telepon seluler dari 14 orang yang masih hilang.
Lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran, polisi, dan tenaga darurat lainnya telah dikerahkan ke lokasi kejadian, dilengkapi dengan sekitar 120 kendaraan, pesawat evakuasi, dan peralatan canggih, termasuk kendaraan meriam air tanpa awak serta dua robot pemadam kebakaran yang digunakan di area yang sulit dijangkau.
Presiden Lee Jae Myung telah menyerukan mobilisasi penuh sumber daya dan peralatan untuk mengendalikan kebakaran serta mendukung berbagai operasi penyelamatan yang sedang berlangsung.
Badan Pemadam Kebakaran Nasional juga telah mengeluarkan perintah yang biasanya diterapkan pada kebakaran yang melebihi kapasitas penanganan pemerintah daerah, seperti dilaporkan oleh kantor berita Yonhap.
Menurut informasi dari petugas pemadam kebakaran, pabrik yang terbakar adalah milik Anjun Industrial, yang dikenal sebagai produsen suku cadang mesin dan merupakan pemasok bagi Hyundai dan Kia, serta beberapa perusahaan lainnya.
➡️ Baca Juga: iOS 18 Beta Bikin iPhone 13 Lemot? Ini Cara Downgrade Resmi Sebelum Terlambat!
➡️ Baca Juga: Tips Memilih Kacamata yang Nyaman dan Stylish untuk Wanita Berhijab




