Rismon Sianipar Konfirmasi Keaslian Ijazah Jokowi dan Gibran secara Resmi

Rismon Sianipar, seorang peneliti dan ahli dalam bidang digital forensik, secara resmi mengonfirmasi keaslian ijazah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini disampaikan melalui buku antitesis yang sedang ia garap dan berencana untuk diterbitkan.
Polemik mengenai keabsahan ijazah Jokowi dan Gibran yang sebelumnya disoroti sebagai dokumen palsu dalam dua buku berjudul “Jokowi’s White Paper” dan “Gibran End Game”, kini telah dibantah oleh Rismon setelah melakukan analisis yang mendalam.
Pernyataan tersebut disampaikan Rismon setelah ia berkunjung ke Istana Wakil Presiden dan bertemu dengan Gibran pada hari Jumat, di mana ia juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung terkait penelitian sebelumnya.
Rismon menjelaskan, “Iya, ini asli. Berdasarkan hasil kajian saya, saya menyadari bahwa ‘truth hurts’. Kebenaran memang seringkali menyakitkan. Namun, lebih menyakitkan lagi bagi saya jika saya tidak mengungkapkan hal tersebut dengan jujur,” ungkapnya kepada wartawan di Istana Wakil Presiden.
Selama tiga bulan terakhir, Rismon melakukan kajian lebih lanjut dan menemukan bukti keaslian ijazah Jokowi, termasuk adanya watermark dan fitur emboss yang menunjukkan konsistensi dengan foto ijazah yang diunggah oleh Dian Sandi Utama.
Ia juga menjelaskan bahwa penemuan mengenai jejak stempel yang tidak terlihat dalam foto ijazah diperoleh dengan menerapkan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya, serta kesimpulan dari jenis lensa dalam proses rekonstruksi pada penelitian terbarunya.
“Saya menemukan tiga elemen penting; emboss terletak di sudut kiri bawah, terdapat watermark, dan fitur-fitur tersebut konsisten dengan yang diunggah oleh Dian Sandi Utama. Jadi, jangan bilang tidak ada, hal itu membuat saya sedih,” tegas Rismon.
Sebagai upaya untuk menjawab tudingan mengenai ijazah palsu yang terdapat dalam dua buku tersebut, Rismon menyatakan kepada Gibran bahwa ia akan menulis buku antitesis terhadap “Jokowi’s White Paper” dan “Gibran End Game”.
“Saya telah menginformasikan kepada Mas Wapres bahwa saya akan membuat koreksi terhadap penelitian saya yang sebelumnya tidak lengkap, yaitu mengenai ‘Jokowi’s White Paper’ dan ‘Gibran End Game’. Saya berharap mendapatkan izin untuk menyelesaikannya di kampung halaman saya di Balige dan akan mempublikasikannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses penulisan buku antitesis ini diperkirakan akan memakan waktu setidaknya enam bulan, dengan harapan dapat diterbitkan pada tahun ini.
➡️ Baca Juga: Insanul Fahmi Marah Besar Setelah Terungkapnya Isu Nikah Siri yang Mengguncang Keadaan
➡️ Baca Juga: Bongkar Muat di NPCT 1 Ditargetkan Kembali Normal Minggu Ini



