Kapal Iran Kejar Kapal Induk AS Abraham Lincoln, Terjadi Serangan Rudal

Sebuah kapal Iran dikabarkan berlayar terlalu dekat dengan kapal induk USS Abraham Lincoln, yang menyebabkan Angkatan Laut Amerika Serikat mengambil tindakan tegas dengan menembaki kapal tersebut. Informasi ini diperoleh dari dua pejabat AS yang memberikan penjelasan kepada CBS News dengan identitas yang dirahasiakan, mengingat mereka tidak diizinkan untuk berbicara di depan publik.
Menurut para pejabat, salah satu kapal Angkatan Laut AS berusaha menembakkan meriam Mark-45 kaliber 54 ke arah kapal Iran. Meriam otomatis ini terpasang di dek depan kapal perusak dan kapal penjelajah Angkatan Laut, dan telah menjadi standar armada sejak awal tahun 1970-an.
Identitas kapal Angkatan Laut yang melakukan penembakan tersebut masih belum jelas, tetapi dipastikan bahwa beberapa tembakan meleset dari sasaran. Masih belum ada kepastian apakah penembakan tersebut dimaksudkan sebagai peringatan atau tindakan agresif.
Dalam perkembangan selanjutnya, sebuah helikopter yang dilengkapi dengan rudal Hellfire diluncurkan dan berhasil mengenai kapal Iran dengan dua rudal.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai status kapal Iran dan awaknya. Insiden ini terjadi pada awal pekan ini dan menambah ketegangan di kawasan tersebut.
Kapal perusak USS Spruance dan USS Michael Murphy, keduanya tergabung dalam armada yang sama dengan USS Abraham Lincoln, saat ini beroperasi di Laut Arab. Kapal induk ini berada di wilayah tersebut untuk mendukung operasi militer AS terhadap Iran. Selain itu, enam kapal perusak berpeluru kendali lainnya juga beroperasi di Laut Arab hingga pekan lalu, menunjukkan kehadiran militer yang signifikan.
Mengenai helikopter yang digunakan dalam serangan tersebut, belum ada kepastian jenisnya. Namun, baik helikopter Seahawk Angkatan Laut maupun helikopter serang Viper dari Korps Marinir dapat dilengkapi dengan rudal Hellfire. MH-60R Seahawk, khususnya, memiliki peran multi-misi yang mencakup peperangan anti-kapal selam serta anti-kapal permukaan.
CBS News mencoba menghubungi Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas pengawasan operasi militer AS terhadap Iran. Seorang pejabat pertahanan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi lebih lanjut terkait insiden ini.
USS Abraham Lincoln merupakan salah satu dari dua kapal induk yang dikerahkan oleh Amerika Serikat ke wilayah Timur Tengah. Gugus tempur kapal induk Lincoln tiba di kawasan tersebut pada akhir Januari, sebagai bagian dari apa yang Presiden Trump sebut sebagai “armada” yang dikerahkan ke wilayah tersebut.
Pada awal Februari, sebuah drone Shahed-139 asal Iran mendekati kapal induk dengan cara yang dianggap “agresif” dan melakukan “manuver yang tidak perlu”. Juru bicara Komando Pusat AS pada waktu itu menginformasikan bahwa drone tersebut berhasil ditembak jatuh oleh jet tempur Amerika, menandai salah satu momen ketegangan antara AS dan Iran sebelum konflik lebih besar terjadi.
➡️ Baca Juga: DPR Resmi Menetapkan Friderica Widyasari Sebagai Ketua OJK yang Baru
➡️ Baca Juga: PlayStation Home VR Dibatalin Setelah Investasi 200 Juta Dollar




