Site icon Cateringku

Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM Merak, Chairul Huda Sebut Tidak Logis

Jakarta – Pakar hukum pidana Chairul Huda menyampaikan bahwa adalah hal yang tidak masuk akal jika PT Pertamina (Persero) merasa tertekan oleh satu individu sehingga memutuskan untuk menyewa terminal bahan bakar minyak (BBM) yang dimiliki oleh PT Orbit Terminal Merak (OTM) di Merak.

Pernyataan tersebut disampaikan Chairul Huda setelah ia mempresentasikan hasil sidang eksaminasi yang diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim, yang melibatkan 15 pakar hukum dari berbagai universitas di kawasan Kuningan, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.

Chairul Huda menegaskan bahwa Pertamina adalah sebuah perusahaan besar dengan sistem yang matang dalam pengambilan keputusan bisnis. Termasuk di dalamnya adalah ketika menjalin kerja sama dengan pihak lain.

“Perlu diingat, ini adalah hubungan hukum antara banyak institusi. Pertamina bukanlah individu, melainkan sebuah perusahaan besar dengan mekanisme yang jelas dalam menyepakati hubungan hukum dengan pihak lain,” ungkap Chairul.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina, sebagai salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia, memiliki jaringan bisnis yang luas tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Contohnya adalah kerjasama dalam pengadaan minyak mentah yang mencerminkan jangkauan operasi Pertamina di pasar global.

“Bayangkan saja, Pertamina yang merupakan korporasi besar ini tidak hanya beroperasi di tingkat nasional, tetapi juga melakukan hubungan hukum internasional, seperti dalam transaksi pembelian minyak mentah dengan pelaku bisnis di luar negeri,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Chairul berpendapat bahwa adalah hal yang tidak logis jika keputusan strategis dari sebuah korporasi sebesar Pertamina bisa dipengaruhi oleh tekanan dari satu individu saja.

“Jika ada tekanan yang mengarah pada keputusan itu, saya rasa itu tidak logis. Ketika Pertamina sudah mengambil keputusan untuk menandatangani kontrak, maka segala bentuk tekanan tidak memiliki arti apa-apa, jika itu memang ada,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa dalam dunia bisnis, tekanan terhadap suatu perusahaan bisa datang dari berbagai sumber, mulai dari pemerintah hingga mitra bisnis lainnya.

“Dalam membangun kerja sama dengan mitra swasta, Pertamina pasti menghadapi berbagai tekanan, baik dari pemerintah, anggota parlemen, maupun dari mitra bisnis lainnya,” tegasnya.

➡️ Baca Juga: Lamine Yamal Cegah Kemenangan Newcastle United di Menit Terakhir Melawan Barcelona

➡️ Baca Juga: Partai Politik Besar Umumkan Koalisi Baru

Exit mobile version