OTT Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menyita uang tunai mencapai ratusan juta rupiah dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan terhadap pejabat daerah di Provinsi Bengkulu, termasuk Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa selain menangkap sejumlah individu, KPK juga mengamankan dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini diungkapkan dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, pada Selasa malam.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa KPK belum bisa memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah pasti uang yang berhasil disita dalam operasi tersebut.
Selain itu, KPK juga belum dapat mengungkapkan proyek-proyek yang berhubungan dengan kasus ini. Meskipun lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Fikri Thobari, rincian lebih lanjut tentang proyek yang dimaksud masih tertutup.
“Terkait proyek yang terlibat, kami akan memberikan penjelasan lengkap di konferensi pers mendatang,” tambahnya.
Konferensi pers yang dimaksud akan menjelaskan kronologi kasus dugaan tindak pidana korupsi ini dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret 2026.
Sebelumnya, pada 9 Maret 2026, KPK melakukan penangkapan terhadap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, wakilnya Hendri, serta sebelas orang lainnya dalam operasi tangkap tangan yang sama.
Operasi ini diduga terkait dengan praktik suap yang melibatkan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Pada 10 Maret 2026, KPK membawa Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, yang merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN), ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan yang lebih mendalam.
Pada hari yang sama, KPK mengumumkan bahwa Fikri Thobari termasuk di antara lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini. Lima orang tersebut terdiri dari dua penerima suap dan tiga pemberi suap yang diduga terlibat.
➡️ Baca Juga: Tradisi Lokal Ini Kembali Populer di Kalangan Anak Muda
➡️ Baca Juga: TelkomMetra Restrukturisasi Portofolio, AdMedika Group Siap Ekspansi Regional Bersama Fullerton Health




