Rusia dan China Memiliki Potensi untuk Meredakan Ketegangan di Timur Tengah

Rusia dan China dapat berperan penting dalam meredakan ketegangan yang melibatkan Iran serta mendukung proses diplomasi di kawasan tersebut, ungkap Fatemeh Mohajerani, juru bicara pemerintah Iran, kepada RIA Novosti.
Mohajerani menegaskan bahwa negara-negara seperti Rusia, China, dan banyak mitra internasional lainnya memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara efektif dalam memperkuat proses diplomatik, meredakan ketegangan, dan mendukung penerapan prinsip-prinsip hukum internasional.
Dia menambahkan bahwa Iran sangat berharap agar komunitas internasional serta negara-negara sahabat mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab terkait pelanggaran hukum internasional, serangan terhadap warga sipil, serta tindakan agresi yang ditujukan kepada Iran.
“Kerja sama dalam bidang kemanusiaan dan dukungan internasional di masa-masa sulit ini sangat penting untuk meringankan beban yang dihadapi oleh masyarakat sipil,” jelas Mohajerani.
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap beberapa target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan signifikan dan korban di kalangan warga sipil.
Sebagai respons, Iran menyerang lokasi-lokasi di Israel serta fasilitas militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pembelaan diri.
Perwakilan tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menyatakan bahwa Rusia siap untuk berperan sebagai mediator dalam perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat jika diperlukan.
“Jika memang dibutuhkan, Rusia siap untuk menawarkan jasa mediasi,” ungkap Ulyanov kepada media Rusia, Izvestia, sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua.
Namun, Ulyanov juga menyatakan bahwa kemungkinan untuk menghidupkan kembali dialog antara AS dan Iran saat ini tampak sulit, meskipun upaya tersebut tetap harus dilakukan.
Menurut Ulyanov, tujuan utama kedua belah pihak—yaitu keinginan Washington untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan tuntutan Teheran untuk pencabutan sanksi—tidak akan tercapai melalui pendekatan militer.
Ulyanov meyakini bahwa Iran akan menyambut baik tawaran mediasi dari Rusia. Namun, dia menambahkan bahwa pihak AS telah menyatakan bahwa mereka merasa tidak memerlukan perantara, karena percaya dapat menyelesaikan permasalahan ini secara mandiri.
“Faktanya, pendekatan yang diambil oleh Amerika dalam menghadapi masalah ini sangat tidak efektif,” tutup Ulyanov.
➡️ Baca Juga: Video Viral Selebriti Ini Tuai Pro-Kontra Netizen
➡️ Baca Juga: Jadwal Final Liga Champions Diumumkan Resmi




