Iran Mengancam Tindakan Militer Terhadap Kapal Lalu Lintas di Selat Hormuz

Penasihat Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ibrahim Jabari, mengungkapkan bahwa Iran siap untuk menyerang kapal-kapal yang berusaha melintasi Selat Hormuz.
Dia menegaskan, “Amerika Serikat sangat menginginkan minyak. Biarkan mereka memahami bahwa kami telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan membiarkan kapal-kapal melintas,” ujar Jabari dalam pernyataannya yang dirilis oleh Kantor Berita ISNA.
Jabari juga memperkirakan bahwa penutupan jalur pelayaran vital ini dapat menyebabkan lonjakan harga minyak hingga 200 dolar AS (sekitar Rp3,3 juta) per barel. Hal ini tentu akan menjadi masalah besar bagi Amerika Serikat.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Pantai utara dikuasai oleh Iran, sedangkan pantai selatan menjadi wilayah Uni Emirat Arab (UAE) dan Oman. Selat ini merupakan jalur strategis untuk pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG).
Sumber dari pelabuhan Irak yang dilaporkan Al Jazeera menyebutkan bahwa biaya pengiriman maritim ke Irak telah meningkat sebesar 60 persen akibat tarif asuransi yang melonjak.
Dilaporkan bahwa tujuh kapal tanker minyak terjebak di perairan Irak dan sedang menunggu pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara itu, pelabuhan terbesar Irak, Um Qasr, saat ini tidak memiliki aktivitas kapal.
Sebelumnya, pada Minggu, 1 Maret, IRGC mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal terhadap tiga kapal tanker yang dimiliki oleh Amerika Serikat dan Inggris di Teluk Persia serta Selat Hormuz. Keesokan harinya, mereka juga melaporkan bahwa sebuah kapal tanker AS di Selat Hormuz dihantam oleh dua drone Iran.
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangkaian serangan terhadap beberapa target di Iran, termasuk di Teheran. Laporan menyebutkan adanya kerusakan signifikan dan jatuhnya korban sipil. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, mengalami luka berat dalam serangan tersebut.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal yang ditujukan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang ada di kawasan Timur Tengah.
➡️ Baca Juga: Alumni Sistem Komputer Kerja Apa? Panduan Karir
➡️ Baca Juga: Partai Politik Besar Umumkan Koalisi Baru



